Kamis, 24 Oktober 2019

Naskah Kuno


perjalanan menuju naskah Kuno (daerah Sasak).
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hello Guys !!
Kali ini saya akan berbagi cerita menarik loh buat teman-teman semua !


Gambar Umum. Naskah kuno.
Saya akan menceritakan pengalaman perjalanan saya terhadap pencarian sesuatu yang berperan penting dalam budaya daerah Negara kita. Sebelum saya masuk ke inti cerita, saya yakin pasti di setiap daerah kalian terdapat warisan budaya daerah kalian masing-masing  kan? Nah, salah satu warisan budaya yang perlu kita ketahui yaitu disebut naskah kuno. Dari namanya itu saja mungkin sudah ada bayangan tersendiri bagi kalian guys, atau mungkin menarik untuk kita ketahui isinya. Oke, jika kita berbicara naskah kuno,   itu artinya kita berbicara tentang warisan budaya daerah Negara kita. naskah kuno dapat berisi sejarah daerah kita ataupun pesan moral yang dapat kita petik dari isinya. naskah kuno tidak bisa kita temui sembarangan karena hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki dan membaca isi naskah tersebut. Nah, mungkin dengan penjelasan sekilas terkait naskah kuno di atas bisa menarik perhatian kalian untuk membaca artikel singkat ini. pada artikel ini, penulis akan menuliskan pengalaman singkat nya dalam mencari tahu tentang naskah kuno .



Gambar . perjalanan pencarian naskah kuno
Dalam mencari naskah kuno bukan perihal yang mudah untuk kita temukan guys karena tidak semua orang memiliki warisan budaya tersebut. Akan tetapi karena saya dan teman –temaan saya penasaran dengan peninggalan warisan budaya daerah sendiri, kamipun berniat sepenuhnya mencari tahu. Kami  mencoba mencaritahu tentang naskah kuno yang dimiliki oleh salah seorang sesepuh dari keluarga sederhana yang bertempat tinggal di kota mataram tepatnya di daerah  Monjok, NTB (Nusa Tenggara Barat ) atau dengan akrab nyya yang biasa kita dengar yaitu berada pada wilayah Lombok. di wilayah Lombok  bukan hanya keindahan saja yang tersedia melainkan mempunyai warisan budaya dengan berbagai jenis sari daerah yang berbeda. nah pada artikel ini, saya akan membahas terkait naskah kuno, akan tetapi saya akan membahas terlebih dahulu perjalanan dan perjuangan saya dan teman-teman saya dalam mencaritahu tentang sebuah naskah kuno. baiklah di bawah ini telah dijelaskan terkait perjalanan kami dalam mencari naskah kuno .
 Pada hari Minggu tanggal 20 Oktober 2019, tepatnya pukul 13.10 saya dan teman saya mendatangi rumah teman saya yang berada di Rembige (kota Mataram).  Akan tetapi bukan berarti  naskah kuno ada di sana guys, melainkan teman saya tersebut mengetahui tempat persisnya pemilik naskah kuno yang kami tuju. Akan tetapi kami tidak langsung bertemu dengannya, karena ketika kami sampai di tempat tinggalnya, kami dibertahu oleh ibunya bahwa Ia belum pulang kerja. Saya pun tetap berniat untuk tetap menunnggunya  walaupun badan terasa lelah, mata mengantuk dan sebagainyaa, walaupun demikian, rasa penasaran saya untuk mengetahui istilah menarik naskah kuno daerah Lombok  lebih besar dari pada itu semua, kami menunggu hinga pukul 16.30 . tepat pukul 16.35 Ia pun muncul dan  alagkah kecewanya lagi ternyata Ia mengatakan pada saya bahwa kepergian kami menuju Rumah pemilik Naskah kuno tersebut ditunda menjadi  besok siang saja, karena menurut informasi yang Ia dapat bahwa pemilik nya sedang ada acara keluarga. Saya dan teman sayapun pulang dengan rasa kekecewaan. Akan tetapi kembali ke niat awal kami, bahwa kami sangat ingin mencari tahu salah satu warisan budaya Lombok (sasak). Keesokan harinya, setelah pulang dari kuliah tepatnya pukul 15.00 sayapun segera sholat ashar dan segera mandi untuk siap-siap menuju tempat tujuan kami.  Tepat pukul 15.30 kami berangkat kembali ke tempat tinggal teman saya yang kemarin kami datangi untuk mencari tahu terkait naskah kuno tersebut. Kamipun tiba di sana 16.30 dan itupun tidak langsung bertemu dengan teman kami yang mengetahui tempat tersebut. Kami harus menunggu dia lagi karena memang  dia mempunyai kerja tambahan pada hari itu. Dia pun tiba pukul  17.30  dan kami berangkat ke tempat tujuan (Monjok) pukul 17.35. kami melewati beberapa Desa, lampu merah dan beberapa petak  Sawah  yang indah untuk menuju kediaman  pemilik Naskah Kuno tersebut. Ditengah perjalanan kamipun bercerita dan bercanda dengan rasa yang tidak sabar lagi untuk melihat wujud dari salah satu warisan budaya sasak yang biasa disebut dengan naskah kuno. Kamipun sampai ke tempat Tujuan pada pukul 18.18 menit. Setibanya di Rumah pemilik Naskah tersebut,kami bertemu dengan beberapa orang juga yang sedang mencari tahu tentang naskah kuno itu pula, dan kebetulannya lagi itu adalah orang yang saya kenal. Kami pun secara bersama-sama  langsung bersalaman dengan Ibu yang lumayan berumur yang menyambut kedatangan kami . beliau merupakan Adik kandung dari pemilik naskah tersebut atau  biasa dipanggil dengan nama Pak Aseh. Ibu itu sendiri bernama Ibu Ani . beliau merupakan seseorang yang Ramah, akan tetapi memiliki keterbatasan pada penglihatannya. Beliau mengatakan bahwa Ia tidak  bisa melihat  secara jelas dengan  lawan bicaranya, untuk itu kami pun memakluminya. Beliau mengatakan bahwa Pak Aseh sedang tidak ada di Rumah lantaran Beliau sedang bekerja di sawah dan Beliau pulang ketika hari gelap. Nah, lagi dan lagi kekecewaan itu hadir.kami tidak bertemu dengan pak Aseh selaku pemilik dan yang bisa membaca isi naskah Kuno. Tidak lama kemudian, tiba seorang wanita yang bisa dibilang tidak terlalu berumur dan dia mengatakan dan mempertegas kembali  kepada kami dengan ramah bahwa pak Aseh akan pulang dari Sawahnya pada malam hari. Ibu  Ani dan wanita itu pun dengan ramah menyuruh kami datang malam ataupun besok sore lagi kesana.
Setelah kami ingin menaiki kendaraan menuju jalan pulang kamipun berniat untuk menghampiri pak Aseh di sawah (tempat kerja ) yang lumayan jauh dari tempat tinggal beliau. Kamipun bersepakat untuk menghampiri Pak Aseh untuk mengetahui secara gambaran umum/ penjelasan sekilas terkait isi naskah yang dimiliki Beliau. Kamipun melewati desa-desa dan melewati jembatan yang berukuran lumayan panjang. Setelah itu kamipun sampai di sawah tempat kerja pak Aseh. Kamipun melihat dari jauh Pak aseh sedang berkerja mengambil rumput. Kami menghampiri beliau dan bersalaman serta sedikit basa basi sebelum menuju kepada pembicaraan terkait tujuan kami. Setelah 40 detik berbincang saya pun mengutarakan tujuan kami mendatangai beliau bahkan sampai menghampiri beliau ke tempat kerjanya. Sebelumnya kami meminta maaf kepada beliau karena sudah mengganggu waktu beliau yang sedang bekerja , syukurnya beliau sangat tidak keberatan dengan kedatangan kami. Beliaupun dengan ramah menjelaskan sekilas dan gambaran umum terkait Naskah yang beliau miliki yang biasa beliau sebut lontar (karena naskah tersebut menggunakan daun lontar). Naskah tersebuttt berjudulll …..rahasia guys . intinya yang harus kalian tahu judul yang saya akan bahas selanjutnya  ini akan sangat bermanfaat untuk kalian jadikan pengetahuan. Saya akan menceritakan isi naskah kuno tersebut di postingan selanjutnya .

Gambar.  Wawancara gambaran umum naskah dengan Pak Aseh
Ok guyssss, cerita terkait isi dan sejarah singkat tentang naskah kuno tersebut akan kita bahas pada postingan selanjutnya yah …!! Jangan lupa baca terus  yahh  Karena tulisan tentang  naskah kuno ini  sangat penting untuk kita ketahui bersama dan dijamin akan sangat bermanfaat.